Biaya
transaksi merupakan biaya yang dikeluarkan akibat kurangnya informasi dari kegiatan
suatu transaksi yang menimbulkan biaya tambahan berlebih. Untuk kali ini saya
akan mencoba menjelaskan contohnya di kehidupan kita sendiri agar kalian semua
lebih memahaminya.
Contoh
sederhananya yaitu pada keingininan pembeli A untuk membeli sebidang tanah di
daerah / desa tertentu. Padahal domisili dari A sendiri berada diluar daerah
tersebut atau bisa dikatakan sangat susah jika langsung mencari sebidang tanah untuk
dibeli disana. Menurut A jika ia membeli tanah di daerahnya harga belinya bisa
saja sampai 2x lipat dari harga beli di daerah tujuannya. Tentunya si A akan
lemah pada sisi informasi tentang range harga tanah dan strategis lokasi di
daerah tujuannya. Untuk survey langsung dirasa justru akan memberikan biaya
tambahan yang jauh lebih besar dan dapat menyita waktu yang bisa digunakan
untuk bekerja. Oleh karena itu si A memutuskan untuk menggunakan jasa makelar
tanah / perantara jual beli tanah. Penggunaannya dirasa lebih mudah dan
informasi yang diberikan lebih mendetail. Jika ia merasa tidak cocok bisa
meminta untuk mencarikan tanah d lokasi lainnya. Fungsi dari makelar tanah itu
tadi adalah sebagai penghubung informasi yang dirasa si A kurang lengkap
tentang jual beli tanah di luar daerahnya. Tentunya A akan mengeluarkan biaya
tambahan yang dinamakan “Biaya Transaksi” atas kurangnya informasi dia.
Dari
penjelasan singkat di atas dapat diketahui jika contoh dari biaya transaksi tersebut
bisa kita temui secara langsung di sekitar kita dan terus berlangsung pula.
Komentar
Posting Komentar